MAKALAH
Menciptakan Guru
Profesional
Tugas Mata
Kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen : Setiawan
Pujiono, M. pd
Ujang Erianto
( 12108249045 )
Pendidikan Guru
Sekolah Dasar
Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri
Yogyakarta
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Defenisi yang kita kenal sehari-hari adalah bahwa
guru merupakan orang yang harus digugu dan ditiru, dalam arti orang yang
memiliki kharisma atau wibawa hingga perlu untuk ditiru dan diteladani. Menurut
hazkew ( dalam Uno, 2010 :15) guru merupakan seseorang yang mempunyai kemampuan dalam menata dan mengola kelas. Dan
menurut grambs ( dalam Uno, 2010 : 15 ) guru merupakan mereka secara sadar
mengarahkan pengalaman dan tingkah laku dari seorang individu hingga dapat
terjadi pendidikan. ( Menurut Ngainun naim 2009 : 1 ) guru merupakan sosok yang
reala mencurahkan sebagaian besar waktunya untuk mengajar dan mendidik siswa,
sementara penghargaan dari sisi material, misalnya, sangat jauh diharapkan. Jadi,
guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik,
mengajar, dan membimbigng peserta didik. Orang yang disebut guru adalah orang
yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan
mengola kelas agar peserta didik dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai
tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan.
Rumusan masalah
Dalam menciptakan guru prefesional masih ada kendala
atau masalah, masalah menciptakan guru prefesional yaitu, masalah kompetensi
profesional yang terdiri dari kompetensi pribadi, guru belum bisa mengusai
pengetahuan yang akan diajarkannya kepada peserta didi secara benar dan kurang
bertanggung jawab. Masalah kompetensi sosial, berdasarkan kodrat manusia
sebagai makhluk hidup etis. Guru guru tidak dapat memperlakukan peserta
didiknya secara wajar dan tidak tercapai optimalisasi potensi pada diri
masing-masing peserta didik, guru juga tidak bisa memahami dan menerapkan prinsip
belajar humanistik. Masalah kopentensi mengajar berdasarkan peran guru untuk
mengolah proses pembelajaran masih kurang dalam kemampuan, merancang sistem
pendidikan, masih kurang melaksanak sistem pembelajaran, kurang mengevaluasi
sistem pembelajaran, dan kurang mengembangkan sistem pembelajaran dengan baik.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui
hakekat profesi guru
2.
Untuk mengetahui
kompetensi profesional
3.
Untuk mengetahui
kompetensi sosial
4.
Untuk mengetahui
kompetensi mengajar
5.
Untuk mengetahui
upaya-upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru
Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini adalah untuk
membantu guru menjadi guru profesi atau menjadi guru profesional
BAB II
PEMBAHASAN
Hakikat profesi guru
Guru merupakan sesuatu profesi, yang berarti suatu
jabatan yang memerlukan keahlian khususnya sebagai guru dan tidak dapat
dilakukan oleh sembarangan orang diluar bidang pendidikan. Walaupun pada
pernyataannya masih terdapat hal-hal tersebut diluar kependidikan. Untuk
seorang guru perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar
agar dia dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, yaitu :
1.
Guru harus dapat
membangkitkan perhatian peserta didik pada materi pelajaran yang diberikan
serta dapat menggunakan media dan sumber belajara yang bervarasi.
2.
Guru harusa
dapat membangkitkan minat peserta didik dalam berfikir serta mencari dan
menemukan sendiri pengetahuan.
3.
Guru perlu
menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah
dimiliki peserta didik ( kegiatan apersiepsi ), agar peserta didik menjadi mudah
dalam memahami pelajaran yang diterima.
4.
Guru harus dapat
membuat urutan dalam pemberian pelajaran dan penyesuaiannya dengan usia dan
tahapan tugas perkembangan peserta didik.
5.
Sesuai dengan
prinsip repetisi dalam proses pembelajaran, diharapkan guru dapat melaksanakan
unit pelajaran secara berulang-ulang hinggap tanggapan peserta didi menjadi
jelas.
6.
Guru wajib
memperhatikan dan memikirkan korelasi atau hubungan antara mata pelajaran atau
praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
7.
Guru harus tetap
menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara memberikan
kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati atau meneliti, dan
menyimpulkan pengetahuan yang didaptnya.
8.
Guru harus
mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial, baik dalam
kelas maupun diluar kelas.
9.
Guru harus
menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapt
melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut.
Guru dapat melaksanakan evaluasi yang
efektif serta menggunakan hasilnya untuk mengetahui prestasi dan kemajuan siswa
serta dapat melakukan pervaikan dan pengembangan.
Seiring dengan kemajuan teknologi
informasi yang telah demikian pesar, guru tidak lagi hanya bertindak sebagai
penyaji informasi, tetapi juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator,
motivator, dan pembimbingan yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mencari dan mengolah sendiri informasi.
Guru sebagai contoh suri teladan
Pada dasarnya perubahan perilaku yang
dapat ditunjukan oleh peserta didik harus dipengaruhi oleh latar belakan
pendidikan dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang guru. Atau dengan
perkataan lain, guru mempunyai pengaruh terhadap perubahan prilaku peserta
didik.
Guru harus menjadi contoh telada bagi
peserta didik, karena pada dasarnya guru meruakan representasi dari sekelompok
orang pada suatu komunitas atau masyarakat yang diharapkan dapat menjadi
teladan, yang dapta digugu dan ditiru. Seorang guru sangat berpengaruh terhadap
keberhasilan belajar yang dapat ditunjukan oleh peserta didiknya, maka perlu
adanya perubaha kebiasaan dalam cara mengajar guru yang diharapkan akan
berpengaruh pada cara belajar siswa di atanranya sebagai berikut :
1.
Memperkecil kebiasaan
cara mengajar guru baru ( calon guru ) yang tepat merasa puas dalam mengajar
apabila banyak menyajikan informasi ( ceramah ) dan terlalu mendominasi
kegiatan belajar peserta didik.
2.
Guru hendaknya
berperan sebagai pengarah, pembimbing, pemberi kemudahan dengan menyediakan
berbagai fasilitas belajar, pemberi bantuan bagi peserta yang mendapatkan
kesulitan belajar, dan pencipta kondisi yang merangsang dan menantang peserta
untuk berfikir dan bekerja.
3.
Mengubah dari
sekadar metode cerama dengan berbagai variasi metode yang lebih relavan dengan
tujuan pembelajaran, memperkecil kebiasaan cara belajar peserta yang baru
merasa belajar dan puas kalau banyak mendengarkan dan menerima informasi (
diceramahi ) guru, atau baru belajar kalau ada guru.
4.
Guru hendaknya
mampu mempersiapkan berbagai jenis sumber belajar sehingga peserta didik dapat
belajar sevara mandiri dan berkelompok, percaya diri, terbuka untuk saling
memberi dan menerima mengolah sendiri informasi.
A.
Kompetensi dan
tugas guru
Profeisionalisme seorang guru merupakan
suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasis pengetahuan, yaitu pemahaman
tentang pembelajaran, kurikulum, dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar
( kariman, 2002 ). Pada umunya di sekolah-sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi
profesioanal akan menerapkan pelajaran dengan melakukan” untuk menggatikan cara
mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan.
Dalam suasana seperti itu, peserta didk
secara aktif dilibatkan dalam memcahkan masalah, mencari sumber informasi, data
evaluasi serta menyajikan dan mempertahankan pandangan dan hasil kerja mereka
kepada teman sejawat dan yang lainnya.
Berikut ini ( hamzah 2010 : 18 ) akan
menguraikan tentang kompetensi profesional yang harus menjadi andalan guru
dalam melaksanakan tugasnya
1.
Kompetensi
profesional
Kompetensi profesional seorang guru merupakan
seperangkat kemampuan yang harus dimiliki oleh seornag guru agar dapat
melaksanak tugas mengajarnya dengan berhasil. Adapun kompetensi profesional
yang harus dimiliki oleh guru , terdiri dari 3 yaitu.
a)
Kompetensi
pribadi
Berdasarkan
kodrat manusia sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk tuhan. Guru wajib
menguasai pengetahuan yang akan diajarkannya kepada peserta didik secara benar dan
bertanggung jawab. Guru harus memiliki pengetahuan penunjang tentang kondisi
fisiologi, psikologi, dan pedagogis dari para peserta didi yang dihadapinya.
Beberapa
kompetensi pribadi yang semestinya ada pada seorang guru, yaitu memiliki
pengetahuan yang dalam tentang materi pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya,
mempunyai pengetahuan tentang perkembangan peserta didik serta kemampuan utnuk
memperlakukan mereka secara individual.
b)
Kompetensi
sosial
Berdasarkan
kodrat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk etis, guru haru dapat
memperlakukan peserta didiknya secara wajar dan bertujuan agar tercapai
optimalisasi potensi [ada doro ,asog-masing peserta didik. Guru harus memahami
dan menerapkan prinsip belajar humanistik yang beranggapan bahwa keberhasilan
belajar di tentukan oleh kemampuan yang ada pada diri peserta didik tersebut.
Instruktur hanya bertugas untuk melayani mereka sesuai kebutuhan mereka
masing-masing. Kompetensi sosial yang dimiliki seorang guru adalah menyangkut
kemampuan berkomunikasi dengan peserta didik dan lingkungan mereka seperti
orang tua, tetangga, dan sesama teman.
c)
Kompetensi
profesional mengajar
Berdasarkan
peran guru sebagai pengelola proses pembelajaran, harus memiliki kemampuan
yaitu.
1.
Merancanakan
sistem pembelajaran dalam bentuk merumuskan tujuan, memilih prioritas materi
yang akan diajarkan, memilih dan menggunakan metode, menggunakan sumber belajar
yang ada, memilih dan menggunakan media pembelajaran.
2.
Melasksanakan
sistem pembelajaran, memilih bentuk kegiatan pembelajaran yang tepat dan
menyajikan urutan pembelajaran secara tepat.
3.
Mengevaluasi
sistem pembelajaran, memilih dan menyusun jenis evaluasi, melaksanak kegiatan
evaluasi sepanjang proses, dan mengadministrasikan hasil evaluasi.
4.
Mengembangkan
sistem pembelajaran, mengoptimalisasi potensi peserta didik, meningkatkan
wawasan kemampuan diri sendiri, mengembangkan program pembelajaran lebih
lanjut.
Sedangkan kompetensi guru yang telah dibakukan oleh
Dirjen Dikdasmen Depdiknas ( 1999 ) sebagai berikut.
1.
Mengembangkan
kepribadian
2.
Menguasai
landasan kependidikan
3.
Menguasani bahan
pelajaran
4.
Menyusun program
pengajaran
5.
Melaksanak
program pengajaran.
6.
Menilai hasil
dalam PBM yang telah dilaksanakn
7.
Menyelenggarakan
penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran
8.
Menyelenggarakan
program bimbingan
9.
Berinteraksi
dengan sejawat dan masyarakat
10. Menyelenggarakan adminitrasi sekolah.
2.seperangkat tugas guru
Tugas guru sebagai suatu profesi meliputi mendidik
dalam arti meneruskan dan mengembangkan nilai hidup. Mengajar berarti
meneruskan dan mengembangkan iptek, sedangkan melatih berarti mengembangkan
keterampilan pada peserta didik. Tugas guru dalam bidang kemanusiaan meliputi
bahwa guru disekolah harus dapat menjadi orang tua kedua, dapat memahami
peserta didik dengan tugas perkembangan mulai dari sebagai makhluk bermain,
sebagai makhluk remaja berkarya, dan sebagai makhluk berpikir dewasa.
Masyarakat menempatkan guru pada tempat lebih
terhormat di lingkunganya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat
memperoleh ilmu pengetahuan. Ini berarti guru berkewajiban mencerdaskan bangsa
Indonesia seutuhnya berdasarkan pancasila. Sedangkan secara khusus tugas dalam
proses pembelajaran tatap muka sebagai berikut.
1)
Tugas pengajar
sebagai pengola pembelajaran
a.
Tugas manajeral
Menyangkut fungsi adminitrasi ( memimpin kelas ),
baik internal maupun eksternal, seperti berhubungan dengan peserta didik, alat
perlengkapan kelas, dan tindakan-tindakan profesional.
b.
Tugas
edukasional
Menyangkut fungsi mendidik bersifat motivasional,
pendisiplinan, sangsi sosial ( tindakan hukuman )
c.
Tugas
instruksional
Menyangkut fungsi mengajar bersifat penyampaian
materi, pemberian tugas-tugas pada peserta didik, mengawasi dan memriksa tugas.
2)
Tugas pengajar
sebagai pelaksana
Secara
umum tugas guru sebagai pengola pembelajaran merupakan menyediakan dan
menggunakan fassilitas kelas yang kondusif bagi bermacam-macam kegiatan belajar
mengajar agar mencapai hasi yang baik. Lingkungan yang kondusif adalah
lingkungan yang bersifat menantang dan merangsang peserta untuk mau belajar,
memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan
Sedangkan
secara khusus, tugas sebagai pengolah proses pembelajaran sebagai berikut
a.
Menilai kemajuan
prrogram pembelajaran
b.
Mampu
menyediakan kondisi yang memungkinkan peserta didik belajar sambil bekerja
c.
Mampu
mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan alat-alat belajar
d.
Mengkomunikasikan
semua informasi dari dan/atau ke peserta
e.
Mengkordinasikan,
mengarahkan, dan memaksimalkan kegiatan kelas.
f.
Membuat
keputusan instruksional dalam situasi tertentu
g.
Bertindak
sebagai manusia sumber.
h.
Membimbing
pengalaman peserta didik sehari-hari
i.
Mengarahkan
peserta didik agar mandiri ( memberikan kesempatana pada peserta didik untuk
sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan pada guru )
j.
Mampu memimpin
kegiatan berlajar yang efektif dan efesien untuk mencapai hasi optimal
B.
Upaya-Upaya
Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru
Profesionalisme guru merupakan acuan
yang sangat penting bagi peningkatan dunia pendidikan. banyak cara yang
dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Jalan yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan Profesionalisme guru antara lain:
1.
Peningkatan
kesejahteraan. Agar seorang guru bermartabat dan mampu
"membangun"manusia muda dengan penuh percaya diri, guru harus memiliki
kesejahteraan yang cukup Gaji yang memadai. Perlu ditata ulang sistem
penggajian guru agar gaji yang diterimanya setiap bulan dapat mencukupi
kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya dan pendidikan putra-putrinya. Dengan
penghasilan yang mencukupi, tidak perlu guru bersusah payah untuk mencari
nafkah tambahan di luar jam kerjanya. Guru akan lebih berkonsentrasi pada
profesinya, tanpa harus mengkhawatirkan kehidupan rumah tangganya serta
khawatirakan pendidikan putra-putrinya. Guru mempunyai waktu yang cukup
untukmempersiapkan diri tampil prima di depan kelas. Jika mungkin, seorang guru
dapat meningkatkan profesinya dengan menulis buku materi pelajaran yang dapat
dipergunakan diri sendiri untuk mengajar dan membantu guru-guru lain yang belum
mencapai tingkatnya. Hal ini dapat lebih menyejahterakan kehidupan guru dan
akan lebih meningkatkan status sosial guru. Guru akan lebih dihormati dan
dikagumi oleh anak didiknya. Jika anak didik mengagumi gurunya maka motivasi
belajar siswa akan meningkat dan pendidikan pasti akan lebih berhasil.
2.
Kurangi beban
guru dari tugas-tugas administrasi yang sangat menyita waktu. Sebaiknya
tugas-tugas administrasi yang selama ini harus dikerjakan seorang guru, dibuat
oleh suatu tim di Diknas atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang
disesuaikan dengan kondisi daerah dan bersifat fleksibel (bukan harga mati)
lalu disosialisasikan kepada guru melalui sekolah-sekolah. Hal ini dapat
dijadikan sebagai pegangan guru mengajar dalam mengajar dan membantu guru-guru
pemula untuk mengajar tanpa membebani tugas-tugas rutin guru.
3.
Penyelenggaraan
pelatihan dan sarana. Salah satu usaha untuk meningkatkan profesionalitas guru
adalah pendalaman materi pelajaran melalui pelatihan-pelatihan. Beri kesempatan
guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tanpa beban biaya atau melengkapi
sarana dan kesempatan agar guru dapat banyak membaca buku-buku materi pelajaran
yang dibutuhkan guru untuk memperdalam pengetahuannya.
4.
Pembinaan
perilaku kerja. Studi-studi sosiologi sejak zaman Max Weber di awal abad ke-20
dan penelitian penelitian manajemen dua puluh tahun belakangan bermuara pada
satu kesimpulan utama bahwa keberhasilan pada berbagai wilayah kehidupan
ternyata ditentukan oleh perilaku manusia, terutama perilaku kerja.
5.
Penciptaan waktu
luang. Waktu luang (leisure time) sudah lama menjadi sebuah bagian proses
pembudayaan. Salah satu tujuan pendidikan klasik (Yunani-Romawi) adalah
menjadikan manusia makin menjadi "penganggur terhormat", dalam arti
semakin memiliki banyak waktu luang untuk mempertajam intelektualitas (mind)
dan kepribadian (personal).
6.
Memahami
tuntutan standar profesi yang ada, Upaya memahami tuntutan standar profesi yang
ada (di Indonesia dan yang berlaku di dunia) harus ditempatkan sebagai
prioritas utama jika guru kita ingin meningkatkan profesionalismenya. Hal ini
didasarkan kepada beberapa alasan sebagai berikut: Pertama, persaingan global
sekarang memungkinkan adanya mobilitas guru secara lintas negara. Kedua,
sebagai profesional seorang guru harus mengikuti tuntutan perkembangan profesi
secara global, dan tuntutan masyarakat yang menghendaki pelayanan vang lebih
baik. Cara satu-satunya untuk memenuhi standar profesi ini adalah dengan
belaiar secara terus menerus sepanjang hayat, dengan membuka diri yakni mau
mendengar dan melihat perkembangan baru di bidangnya.
7.
Mencapai
kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan, Kemudian upaya mencapai
kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan juga tidak kalah pentingnya bagi
guru. Dengan dipenuhinya kualifikasi dan kompetensi yang memadai maka guru
memiliki posisi tawar yang kuat dan memenuhi syarat yang dibutuhkan.
Peningkatan kualitas dan kompetensi ini dapat ditempuh melalui in-service
tarining dan berbagai upaya lain untuk memperoleh sertifikasi.
8.
Membangun
hubungan kesejawatan yang baik dan luas termasuk lewat organisasi profesi.
Upaya membangun hubungan kesejawatan yang baik dan luas dapat dilakukan guru
dengan membina jaringan kerja atau networking. Guru harus berusaha mengetahui
apa yang telah dilakukan oleh sejawatnya yang sukses.
9.
Mengembangkan
etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan pelayanan bermutu tinggi kepada
konstituen, Selanjutnya upaya membangun etos kerja atau budaya kerja yang
mengutamakan pelavanan bermutu tinggi kepada konstituen merupakan suatu
keharusan di zaman sekarang. Semua bidang dituntut untuk memberikan pelayanan
prima. Guru pun harus memberikan pelayanan prima kepada konstituennya yaitu
siswa, orangtua dan sekolah sebagai stakeholder. Terlebih lagi pelayanan
pendidikan adalah termasuk pelayanan publik vang didanai. diadakan, dikontrol
oleh dan untuk kepentingan publik. Oleh karena itu guru harus
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada publik.
10. Mengadopsi inovasi atau mengembangkan kreativitas
dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi mutakhir agar senantiasa
tidak ketinggalan dalam kemampuannya mengelola pembelajaran. Guru dapat
memanfaatkan media dan ide-ide baru bidang teknologi pendidikan seperti media
presentasi, komputer (hard technologies) dan juga pendekatan-pendekatan baru
bidang teknologi pendidikan (soft technologies). Upaya-upaya guru untuk
meningkatkan profesionalismenya tersebut pada akhirnya memerlukan adanya
dukungan dari semua pihak yang terkait agar benar-benar terwujud. Pihak-pihak
yang harus memberikan dukungannya tersebut adalah organisasi profesi seperti
PGRI, pemerintah dan juga masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Guru adalah sesuatu
profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khususnya sebagai
guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarangan orang diluar bidang pendidikan.
Profesionalisme guru merupakan acuan
yang sangat penting bagi peningkatan dunia pendidikan. banyak cara yang
dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Jalan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
Profesionalisme guru antara lain:
1.
Peningkatan
kesejahteraan.
2.
Kurangi beban
guru dari tugas-tugas administrasi yang sangat menyita waktu.
3.
Penyelenggaraan
pelatihan dan sarana
4.
Pembinaan
perilaku kerja
5.
Penciptaan waktu
luang
6.
Memahami
tuntutan standar profesi yang ada
7.
Mencapai
kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan
8.
Membangun
hubungan kesejawatan yang baik dan luas termasuk lewat organisasi profesi
9.
Mengembangkan
etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan pelayanan bermutu tinggi kepada
konstituen
10.
Mengadopsi
inovasi atau mengembangkan kreativitas dalam pemanfaatan teknologi komunikasi
dan informasi
B.
Saran
Penyusun makalah ini
manusia biasa banyak kelemahan dan kekhilafan. Maka dari itu penyusun
menyarankan pada pembaca yang ingin mendalami masalah profesionalisme guru ,setelah
membaca makalah ini membaca sumber lain yang lebih lengkap. Marilah kita
belajar untuk menjadi calon guru yang profesional.
C.
Daftar Pustaka
H. hamzah B. Uno. 2010. Profesi kependidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Dimiyati, M. 1989. Landasan Pendidikan. Jakarta : Dirjen DIKTI, P2LPTK.
Dahar. Ratna Willis. 1989. Teori-Teori Belajar. Jakarta : Erlangga.
Djojonegoro, Wardiman. 1996. Tenaga Kependidikan yang Bermutu dan Relavan Dengan Pembangunan
Masyarakat Industri dan Perbandingan Bebas Sambutan Mendikbud pada Rakernas
ISPI. Jakarta : 17 mei.
Surya M.Kapaita selekta Kependidikan Universitas
Terbuka. Jakarta. 2007
Suara Daerah Edisi Oktober 2007
UU Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003

Tidak ada komentar:
Posting Komentar